please wait

Sekolah-sekolah Calon Adiwiyata Kota Cilegon Kunjungi SMK Wikrama Bogor


SMK WIKRAMA BOGOR - Terpilih sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri tingkat Nasional sejak tahun 2012 tidak membuat SMK Wikrama Bogor menghentikan langkahnya melakukan budaya sekolah berbasis lingkungan.  Justru  budaya tersebut terus dilakukan oleh SMK Wikrama Bogor hingga sekarang dan diterapkan kepada guru, siswa, maupun staff di SMK Wikrama Bogor.

 mengetahui budaya yang diterapkan di SMK Wikrama Bogor sehingga bisa menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri, tidak terkecuali Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon beserta Dinas Pendidikan Kota Cilegon yang membawa perwakilan guru dari beberapa sekolah calon adiwiyata di tingkat TK, SD, SMP, maupun SMA di Kota Cilegon pada Selasa, 31 Juli 2018. 

Perwakilan dari DLHK Kota Cilegon, Edi Suhadi, S.H mengaku kunjungannya beserta rombongan tersebut merupakan rekomendasi dari DLH Kota Bogor. “Dan menurut saya, setelah saya berkunjung, rekomendasi dari DLHK Kota Bogor benar-benar sangat baik, apalagi SMK Wikrama memiliki segudang prestasi yang sangat membanggakan di bidang lingkungan,” katanya.

Edi berharap, kiat-kiat keberhasilan SMK Wikrama dalam meraih prestasinya bisa diikuti oleh sekolah-sekolah yang pada hari itu diajak berkunjung di SMK Wikrama. “Semoga semua pertemuan ini  ada manfaatnya,” katanya.

Kepala SMK Wikrama Bogor, Iin Mulyani, S.Si pun tentunya menyambut baik kehadiran dari DLH, Dinas Pendidikan, dan juga perwakilan beberapa kepala sekolah di Kota Cilegon. Pada kesempatan itu, Iin bercerita, sebenarnya SMK Wikrama Bogor tidak pernah menjadikan gelar Adiwiyata Mandiri sebagai tujuan utama, melainkan untuk kebutuhan. “sehingga kami melakukan budaya berbasis lingkungan tersebut secara bekelanjutan, hingga pada akhirnya UNESCO melirik sekolah kami untuk bergabung dalam ASPnet (Associated School Project Network) sehingga kami meliki proyek-proyek dibawah pantauan UNESCO,” bebernya.

Karena itu, Iin menambahkan, SMK Wikrama Bogor tidak hanya ingin membuat anak menjadi seorang yang pintar, tapi juga mampu melakukan sesuatu sehingga kehidupan kita di dunia ini dapat tersu berlanjut. “Sehingga kita patut bersyukur, kita menjadi sekolah yang lebih dulu memilki awareness terhadap lingkungan dan diberi kesadaran bahwa bumi kita tergantung pada apa yang ada di dalamnya,” tuturnya.

Selanjutnya, DLHK Kota Cilegon beserta rombongannya diajak berkeliling sekolah. Ditutup dengan diskusi dan pemberian cinderamata dari pihak DLHK Kota Cilegon dan juga sebaliknya. (IU)