please wait

23 Siswa BDP Direkrut Perusahaan Sebelum Lulus


SMK WIKRAMA BOGOR – Sebanyak 23 siswa kelas XII (dua belas) program keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) SMK Wikrama Bogor direkrut oleh perusahaan pengembang properti di Tangerang, Banten, PT. Surya Pratama Propertindo, melalui program Kelas Industri.

Diumumkan oleh Ketua Program BDP, Rina Finanti, SAB, siswa BDP Wikrama berhasil menunjukkan performa kerja yang luar biasa selama mereka mengikuti Kelas Industri yang dilaksanakan mulai Juli s/d Desember 2020, sehingga perusahaan memutuskan untuk merekrut 23 siswa walau belum selesai masa program tersebut.

“Terima kasih kepada Kepala Sekolah yang terus mendorong kami, dan semua tim yang terlibat, hasil kerja keras kita semua diapresiasi oleh perusahaan, mereka melihat keaktifan siswa Wikrama dalam bekerja, komunikasi, serta kedisiplinan sebagai karakter kuat yang dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga Wikrama bisa mendominasi dalam perekrutan”, ungkap Rina (16/10/2020).

“Program ini merupakan upaya menyiapkan kompetensi siswa sebelum PKL, alhamdulillah, perusahaan melihat kinerja yang baik, sehingga memberi kesempatan untuk bergabung”, tambahnya.  

Kelas Industri merupakan program pengadaan kelas khusus dalam lingkungan sekolah yang dikelola secara bersama antara sekolah dengan industri guna menciptakan iklim belajar berbasis industri.

Program ini difasilitasi oleh Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), SMK Wikrama merupakan salah satu pilot project program ini. Di jurusan BDP, siswa yang mengikuti kelas industri belajar bagaimana industri berjalan melalui Digital Marketing. Program dijalankan secara online, mengingat kondisi pandemi .

SMK Wikrama mengikutsertakan 64 siswa kelas XII (dua belas) jurusan BDP, mereka mengerjakan pekerjaan seorang Content Creator. Mulai dari membuat desain di Instagram hingga konten di Tiktok, tercatat, ribuan konten sudah mereka produksi.

“Mereka sudah membuat ribuan konten untuk perusahaan tersebut, bahkan beberapa siswa sudah berhasil menjual rumah” , terang Rina.

Bisa disimpulkan, 23 siswa ini sudah bekerja sebelum mereka dinyatakan lulus. Mereka masih menjalankan tugas sebagai siswa sembari dibimbing dan akan langsung direkrut setelah lulus sekolah.