please wait

Pembelajaran Daring Wikrama : Berkreasi di Tengah Pandemi


SMK WIKRAMA BOGOR - Selama wabah Covid 19 pendidikan kita telah menjalani interaksi sosial baru yaitu pendidikan dalam jaringan (daring).

Hal ini sejalan dengan instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam rangka  pemenuhan  hak  peserta  didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) melalui penyelenggaraan Belajar dari Rumah sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease  (COVID-19).

SMK Wikrama pun telah menerapkan pembelajaran jarak jauh sejak intruksi dari pemerintah hingga saat ini, dan telah mengalami berbagai perubahan macam model pembelajaran, karena pembelajaran seperti ini bersifat dinamis. Di SMK Wikrama selalu diadakan evaluasi secara berkala untuk memperbaiki atau menyempurnakan sistem pembelajaran daring yang dilaksanakan.

Pertama kali, SMK Wikrama menerapkan pembelajaran online berbasis Google Classroom, seperti diungkapkan Nunuk Mujiana, S.Pd. selaku Wakil Sekolah Bidang Kurikulum dan Pembelajaran saat dihubungi tim redaksi pada Senin, 07 September 2020.

 “Yang pertama pakai Google Classroom, guru memberikan tugas kepada siswa melalui attachment  dengan skema yang telah dibuat, jadwalnya menyesuaikan masing masing tingkat,” ungkapnya.

Setelah dilakukan evaluasi, kemudian model pembelajaran berubah menjadi pembelajaran menggunakan media Whatsapp dan Aplikasi Google, sedangkan penyampaian materi menggunakan Powerpoint & audio yang telah dibuat oleh guru.

“Model pembelajaran yang pertama diterapkan bisa dibilang guru tidak begitu memberikan materi dan kurang ada interaksi antara guru dan siswa, maka kemudian kita ganti dengan pembelajaran via grup Whatsapp untuk penyampaian materi dan interaksinya, materinya berupa slide Powerpoint yang diisi dengan suara guru yang berisi penjelasan materi yang ada di Powerpoint,” beliau menambahkan.

“Setelah dievaluasi, ternyata masalahnya ada di siswa, memori di handphone mereka tidak memadai untuk menyimpan materi PPT audio yang begitu banyak. Nah kemudian dirubah, materi Powerpoint audio yang dibuat guru dijadikan video Newsletter yang diupload ke Talkfusion, kemudian link nya dishare di grup Whatsapp, siswa nggak perlu download, cukup menyimpan link dan kemudian mengaksesnya. Untuk pembuatan video Newsletter, guru mendapatkan support dari siswa jurusan Multimedia dan dari tim IDS,” jelasnya.

“Alurnya begini, guru mengirimkan materi pukul 11.35 Wib siang untuk jadwal mapel hari setelahnya, siswa diberikan waktu untuk mempelajari materi, untuk jadwal setiap hari 2 mapel. Kegiatan pembelajaran interaksinya di Whatsapp berupa menanyakan feedback terhadap materi dalam bentuk mengerjakan soal pemahaman, soal latihan dan lembar kerja siswa (LKS) dan kemudian ada sesi tanya jawab melalui skenario yang tealah disusun oleh tim kurikulum. Intruksi tugas dan pengumpulan tugas melalui Google Classroom,” tambahnya.

Beliau berharap, semua pemangku kepentingan di sekolah bisa merespon keadaan saat ini dengan semangat perubahan, terlebih guru.

“Salah satu tujuannya agar guru lebih kreatif, inovatif dalam membuat media pembelajaran, supaya siswa tidak bosan, guru juga harus meng-upgrade pengetahuannya terutama tentang IT, yang sudah menjadi tuntutan ketika kita belajar daring,” katanya.

Model pembelajaran daring yang diterapkan di SMK Wikrama tentunya telah mendapatkan respon dari berbagai pihak, termasuk siswa. Tim redaksi telah menghubungi beberapa peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya mengenai pembelajaran daring SMK Wikrama.

“Kegiatan pembelajaran secara daring di SMK Wikrama menurut saya menyenangkan, banyak hal baru yang saya dapatkan. Seperti beberapa mata pelajaran lebih mudah dipahami karena menggunakan visual dan audio, tugas yang membuat kita lebih banyak bergerak di tengah pandemi ini seperti kegiatan praktek di rumah,” ungkap Nabila Raegusitawati siswa kelas XII (dua belas) jurusan Tata Boga.

Terakhir, Ibu Nunuk berharap agar kedepan pembelajaran daring di SMK Wikrama semakin membaik, guru akan diikutkan kegiatan-kegiatan penunjang, sembari berharap pandemi akan segera berakhir dan kegiatan sekolah akan dilangsungkan secara normal dengan tatap muka.

“Kedepan kami akan ikut sertakan guru dalam program diklat dan webinar yang terkait dengan pembuatan media pembelajaran berbasis IT baik secara internal maupun eksternal. Semoga pandemi ini segera berakhir dan pembelajaran bisa dilakukan secara tatap muka kembali, namun selama pembelajaran masih dilakukan secara daring, kami akan berikan yang terbaik,” tutupnya.